ke-SERAGAM-an membuat kita TAKUT menerima PERBEDAAN

Yeah, hari ini gua melakukan kegiatan positif.. Itu ucapan gua ketika gua tiba di Istora Senayan tanggal 2 juli 2011 untuk menghadri launching buku Nasional.Is.Me karya Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo. Seketika gua langsung buka Time Line di twitter mas @pandji untuk mengetahui berita terbaru. Berhentilah gua pas ada twit yg di RT mas @pandji

“Dan selama Pesta Buku disc. 20% untuk pembelian Nasional.Is.Me hanya di stand buku Mizan”

Tanpa pikir panjang gua langsung ke stand buku Mizan dan buku Nasional.Is.Me mas @pandji sudah dalam genggaman. Wih, udah murah dapat diskon lagi 20%. Betapa beruntungnya diriku, gua dapat buku bagus dan gua juga menyumbang 1 buku untuk teman-teman gua di daerah. Ini yg penting, gua menyumbang buku ke teman-teman yg di daerah!!

Kenali Indonesia-mu, Temukan Passion-mu, Berkarya untuk masa depan Bangsamu

20110703-074438.jpg

Kemudian gua langsung bbm mas @pandji dan bilang gini

“Mas, bs minta tanda tangannya duluan ga? :p”. Mas @pandji jawab: Ga boleh kyknya. Musti nunggu pas waktunya aja.

Yaudah deh gua sabar, karena ada saatnya, nanti pas sesi tanda tangan sepi lagi hehe..

Acara di pandu oleh J-Flow a.k.a @jflowrighthere sebagai MC dan talkshow berjalan seperti layaknya sebuah talkshow. Sampailah ke sesi tanya jawab dan gua menjadi salah satu penanya.

Dari pertama gua baca buku ini gua terkesan tentang dua hal dan gua langsung tanyakan.
1. Ayahnya mas @pandji, Bapak Koes Pratomo Wongsoyudo sosok yg menurut mas @pandji galak 🙂
2. Kehidupan SMA Gonzaga yg mengajarkan siswa melihat, mengenali dan menerima perbedaan.

Berikut tulisan di e-book Nasional.Is.Me

20110703-083419.jpg

Tulisan ini membuat kita untuk tidak berlindung di balik ke-SERAGAM-an yg membuat kita TAKUT menerima perbedaan (baca, minder).

Saat pengumuman pemenang dari pertanyaan terbaik gua sih ga berharap menang, dapat berbicara di depan umum aja udah menjadi nilai ‘plus’ buat gua, belum lagi krn banyaknya penanya dan bagusnya pertanyaan. Tapi apa yang terjadi? Gua termasuk dari tiga pemenang dan mendapat buku Aku Cinta Indonesia (ACI) sebuah buku tentang Indonesia, ya lagi-lagi Indonesia.

Kronologinya begini.

“@pandji: Buku terakhir ini saya mau kasih ke sahabat saya (yah bukan gua ini mah) yg mempunyai Cita-Cita mengajar keliling Indonesia (Gua langsung kaget, ini kan tulisan gua di blog istana matematika ttg impian gua) @IstanaMatematik @IsraNurhadi , perasaan campur aduk ketika nama gua disebut dan gua ga akan melupakan momen saat maju ke panggung utama dan salaman dengan mas @pandji ”

20110703-090155.jpg

Terima kasih mas @pandji atas bukunya, terima kasih karena saya merasa TIDAK SENDIRI saat menjalankan impian saya untuk membuat Indonesia Menjadi Baik, saya akan terus berkarya, bukan untuk saya tapi untuk Indonesia.

NB: Sedih karena waktu maju ke panggung utama tidak terdokumentasi, teman gua terjebak kemacetan. Tapi biarlah, kenangan tersebut terekam di dalam hati saja *mencoba menghibur diri*

Advertisements
Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: