Bagaimana Cara Membuat Matematika Itu Menjadi Mudah?

Saya seorang guru matematika dan saya mengakui bahwa matematika memang pelajaran yang tidak mudah dipelajari tapi bukan berarti tidak bisa untuk dipelajari, banyak hal yang membuat matematika itu menjadi tidak mudah dipelajari, diantaranya adalah kualitas guru yang masih mengajarkan hapalan rumus bukan penguatan konsep dasar, buku pegangan siswa di sekolah dan kemauan siswa itu sendiri untuk bisa matematika. Akan saya coba jelaskan satu persatu.

  1. Kualitas Guru
    Saat ini masih ada guru matematika yang mengajarkan matematika sebagai sebuah hapalan rumus (rumus-rumus turunan dari rumus inti) bukan sebuah pemahaman konsep dasar (rumus inti) bagaimana rumus-rumus turunan tersebut diperoleh, memang mengajarkan siswa hapalan rumus lebih mudah daripada mengajarkan siswa pemahaman konsep, tapi hal tersebut akan berdampak rendahnya kemampuan nalar siswa untuk bisa mengerjakan variasi-variasi soal.

    Mungkin hal tersebut disebabkan oleh input dari siswanya yang sebelum belajar matematika sudah tidak ingin belajar matematika atau bisa dibilang mereka belajar matematika dengan cara yang salah dulunya dan akhirnya membuat guru mereka sekarang sedikit kerepotan mengajarkan konsep dasar sehingga ada sebagian guru melakukan jalan pintas dengan menyuruh siswa menghapal dan ini salah. Sebagai contoh, seorang dosen kecewa karena ternyata kemampuan matematika mahasiswanya bermasalah dan bertanya “dulu pas SMA diajarkan matematika oleh guru SMAnya dengan cara apa?” atau guru SMA kepada guru SMP dan guru SMP ke guru SD.

    Ini sebuah masalah dan dimana masalah utamanya?

    Matematika adalah ilmu yang berkaitan dengan materi sebelumnya, jika siswa tidak mengerti materi sebelumnya mereka akan kesulitan mempelajari materi selanjutnya dan berdampak mereka jadi tidak memperhatikan apa yang guru terangkan (sebuah pemahaman konsep) di dalam kelas sehingga mereka semakin jauh dari kata “bisa” matematika. Biasanya, langkah yang mereka tempuh adalah menghapal rumus dan mengerjakan soal yang sama menggunakan rumus tersebut. Bagaimana jika soal yang diujikan tidak sama? Dan musti berapa rumus yang mereka hapalkan untuk menghadapi soal yang berbeda? Ini jadi permasalah yang sangat mendasar dan mungkin dialami oleh siswa dan guru itu sendiri.

    Kalau menurut saya, saat ini masih banyak siswa yang “kelasnya naik” tapi “kemampuan matematikanya tidak” padahal materi terus bertambah seiring naiknya kelas mereka.

    Hal terpenting untuk bisa memahami konsep matematika adalah dengan menguasai Aljabar atau secara garis besar “bisa berhitung”. Apapun materi yang akan mereka pelajari akan bermuara ke sebuah masalah yang bernama “berhitung”, jika mereka tidak bisa berhitung maka mereka tidak akan bisa menyelesaikan soal-soal yang ada. Dan dengan mereka menguasai aljabar, mereka tidak akan mau menerima rumus secara mentah, mereka akan mencari tahu darimana rumus tersebut berasal sehingga tidak perlu menghapal rumus tersebut dan hapal dengan sendirinya karena paham, karena sebenarnya rumus itu adalah penurunan dari konsep dasar dengan menggunakan aljabar. Mempelajari aljabar memang tidak mudah tapi ini inti dari matematika.

    “Lebih baik siswa susah di awal (menguasai aljabar) daripada di setiap bab mereka kesusahan dan berujung menghapal semua rumus”

    Berikut kerangka dasar untuk membuat matematika menjadi lebih mudah.

    Dan apakah dalam matematika tidak boleh menghapal? Boleh bagi yang memang mau repot menurunkan konsep dasar dengan cara yang panjang sehingga diperoleh rumus. Saran saya, hapalah rumus inti (konsep dasar) dan rumus-rumus penting yang penurunan rumusnya panjang, jangan semua rumus (penurunan dari rumus inti/ konsep) dihapalkan seperti yang terjadi saat ini dan sebisa mungkin ajarkan siswa cara mudah menghapal rumus-rumus tersebut.

    Ini salah satu contoh video cara mudah menghapal rumus penjumlahan trigonometri untuk kelas dua SMA IPA

    Cara Mudah Memahami Penjumlah Sin dan Cos

    Bedakan yang hanya menghapal saja dengan menghapal dengan memahami. Biasanya yang hanya menghapal saja hapalnya cuma sesaat tapi yang menghapal dengan memahami mereka akan tetap hapal karena paham.

  2. Buku Pegangan Siswa (Buku Paket dan Buku LKS)
    Saat ini hampir semua buku pegangan siswa adalah sebuah bisnis antara kepala sekolah dan penerbit, bukan sesuai permintaan guru bidang studi, padahal yang mengajar adalah guru bukan kepala sekolah. Buku yang bagus itu penting untuk membantu siswa dalam belajar dan guru bidang studi wajib ikut serta dalam pemilihan buku tersebut. Penerbit yang bisa membayar lebih maka buku mereka yang digunakan. Apakah buku tersebut bagus? Tidak semua dan untuk buku LKS (lembar kerja siswa) hampir semua bisa dikatakan tidak bagus.
  3. Kemauan Siswa
    Kemauan siswa untuk mau mempelajari matematika datang karena mereka sudah suka matematika, tapi jika dua point di atas belum bisa teratasi maka siswa akan mempelajari matematika secara instant dengan menghapal banyak rumus saat besok mau ujian, bisa dikatakan mereka terpaksa belajar matematika untuk sebuah nilai bukan kemampuan untuk bisa matematika. Tidak jarang pula siswa belajar matematika di bimbel atau menghadirkan guru privat ke rumah. Ini mungkin solusi bagi yang mampu, bagaimana dengan yang tidak mampu? Dan kemana fungsi utama sekolah? Akankah sekolah menjadi sebuah bisnis belaka tanpa menghasilkan siswa yang berkualitas?“Saya sering menemukan siswa kelas 3 SMA belum bisa menghitung dengan benar dan ini di Jakarta”

Semoga ketiga point di atas bisa diperbaiki sehingga matematika menjadi pelajaran yang mudah dipahami.

Ini permasalahan yang saya temui di jakarta, daerah yang seharusnya bisa menjadi patokan untuk menciptakan siswa unggulan. Saya rasa permasalahan di luar jakarta tidak jauh beda bahkan lebih parah lebih parah untuk daerah-daerah terpencil. Beruntung saat ini ada gerakan seperti Indonesia Mengajar dan Indonesia Berkibar. Semoga semakin banyak gerakan-gerakan lainnya yang bisa membuat pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

NB: Saya ingin sekali mengajar di daerah daerah terpencil tapi karena tidak dibolehkan orang tua untuk pergi ke suatu daerah dalam waktu yang lama seperti mengikuti Indonesia Mengajar (1 tahun mengabdi) saya memutuskan untuk membuat kegiatan di twitter dan bisa berinteraksi dengan siswa-siswa dari berbagai daerah di Istana Matematika

Lakukan yang kalian bisa untuk memajukan pendidikan Indonesia karena menuntut saja tidak akan menciptakan perubahan

<;;a href="http://

Advertisements
Tagged , , , ,

One thought on “Bagaimana Cara Membuat Matematika Itu Menjadi Mudah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: