Apakah berbuat baik itu harus menunggu?

Ada dua buah quote yang intinya sama

“Untuk menolong orang kita harus bisa menolong diri kita sendiri?”
“Untuk mengajak orang ke atas kita harus sudah diatas”

Kedua quote ini intinya sama, anda harus punya duit dulu atau survive untuk bantu orang lain. Nggak salah sih benar banget malah tapi kalau kita menunggu seperti itu kita nggak akan bantu orang lain, kita akan menunggu sampai kita merasa seperti itu, yang ada kita menjadi hanya memikirkan diri sendiri. Saya terlahir dari keluarga sederhana, kedua orang tua saya pedagang kaki lima, untuk menunggu saya mesti punya duit dulu kayaknya lama, warisanpun nggak ada hehe.

Gambaran singkatnya seperti ini, dulu Istana Matematika sempat vakum tiga bulan, saya berpikir keras bagaimana punya uang lebih tapi ternyata nggak cukup meskipun pendapatan udah besar, selalu aja merasa kurang. Itulah sifat dasar manusia yang tidak akan pernah puas.

Akhirnya saya aktifkan lagi Istana Matematika dan lahirlah Istana Mengajar.

Pas dinner dengan para pemenang Klik Hati Merck dan Juri, saya menanyakan quote tersebut ke Ibu Allissa Wahid dan ternyata keputusan saya tepat dengan mengaktifkan Istana Matematika dan terus berbagi sampai saat ini. Beliau menjelaskan sebuah hal penting, “di atas” itu konotasinya tidak selalu uang tapi bisa banyak hal, hati atau jiwa yang kaya contohnya. Karena memang kalau mengerjakan sesuatu yang sifatnya sosial tidak akan jalan tanpa itu. Beruntunglah saat ini di Istana Mengajar saya tidak sendiri karena banyak teman-teman yang bergabung 🙂

Memang membantu itu bisa banyak hal, tapi karena fokus saya di pendidikan dan tulisan ini memang sengaja di dedikasikan kepada guru dan orang yang ingin membantu pendidikan Indonesia.

Bagaimana cara memulainya?

Ini yang penting, banyak yang bingung mau memulai darimana dan harus bagaimana, ini yang sering saya temui saat mengajak teman-teman guru untuk gabung di Istana Mengajar. Gampang, cari komunitas pendidikan atau forum pendidikan, coba lihat-lihat dulu aja (ada pepatah yang bilang nggak kenal maka nggak sayang), kalau suka dengan programnya ya coba gabung dulu aja, simpel kan? Misal gabung di Istana Mengajar hehe.

Bagaimana cara membagi waktunya?

Setiap komunitas pasti punya rules masing-masing, kalau di Istana Mengajar sih bebas, kalian bisa bantu saat kalian bisa aja nggak ada keterikatan. Contohnya, guru sekolah selesai ngajar di sekolah jam 16.00 WIB, bisa mengajar jam 20.00 WIB atau jam 21.00 WIB atau kondisi lainnya, tinggal sesuaikan waktunya aja. Beres kan? 🙂

Memangnya Program Istana Mengajar itu apa saja?

Istana Mengajar punya empat program dasar:

  1. Mengajar melalui whatsapp seminggu sekali di hari yang sama, kita namakan #WhatsappDay. Jadi nanti akan banyak pelajaran di hari tersebut. Penjelasan Kelas Whatsapp
  2. Nge-blog! Nah yang ini bagian seru lainnya, biasanya guru-guru yang mengajar di whatsapp itu ketemu soal yang menarik (kalau mentok bisa diskusi dengan guru lainnya di group guru, nanti juga ada guru jaga) lalu soal tersebut di post deh di blog biar bisa dibaca oleh seluruh siswa di Indonesia. Tapi kalian juga bisa nulis apapun tentang pelajaran nggak mesti soal dari kelas whatsapp bisa dari sekolah kalian jika kalian guru atau lain-lain.
  3. Video e-learning! Nah bagian ini kategori yang repot dan bisa dipelajari nanti kalau kalian sudah biasa nge-blog dan mengajar kelas whatsapp. Serius deh, kalau sudah terbiasa nggak kerasa ternyata bisa dan mau lebih. Saya dulu memulainya juga gitu, ternyata bukannya nggak bisa tapi karena belum terbiasa aja. So, dicoba dulu aja 🙂
  4. Ngetwit deh di akun cabang Istana Mengajar, ngetwitnya boleh apa aja, bisa bantu jawab soal atau sekedar RT soal. Bebas!

Tulisan kalian atau Video e-learning itu merupakan CV digital kalian lho, saya kalau dapat murid privat pasti ngasih link tulisan dan video saya ke calon murid dan calon orangtua murid agar mereka percaya kan belum pernah ketemu 🙂

Ingat lho, Istana Mengajar ini kerjanya bareng-bareng jadi kalian yang ingin bergabung dengan Istana Mengajar tidak perlu takut bilang nggak bisa mengajar kelas whatsapp, nggak bisa ngeblog dan lain-lain. Kalau nggak bisa ya bilang aja nggak bisa dan keempat program tadi nggak mesti dikerjain semua, lakukan hal kecil dulu aja kayak ngajar di kelas whatsapp saja atau ngeblog saja. Mau dua-duanya keren banget. Bisa semuanya, kalian super!. Intinya, biasakan dulu aja hal kecil lalu boleh mencoba hal baru.

Saya masih mahasiswa atau bukan guru tapi pernah mengajar, ilmu saya kurang dalam apakah bisa bergabung?

Ya tentu bisa, nanti di Istana Mengajar ada group khusus pelajaran tertentu buat kalian belajar karena di group tersebut ada guru guru yang udah pengalaman juga jadi kalian bisa belajar juga, jangan lupa hasil belajarnya ditulis di blog yah hehe.

Apa manfaat jika saya bergabung dengan Istana Mengajar?

Manfaatnya banyak banget, bisa belajar hal baru, memperdalam ilmu dengan guru guru yang ada, ketemu teman baru dan yang seru nih, bisa mengajar siswa/i dari luar daerah. Memang rata-rata siswa yang belajar di kelas whatsapp ini siswa dari luar daerah mungkin karena mereka kekurangan guru atau tidak ada tempat tambahan belajar seperti bimbel atau bisa jadi mereka tidak mampu bayar tambahan tersebut. Inilah salah satu semangat saya dan teman-teman di Istana Mengajar.

Apa manfaat yang telah penulis rasakan?

Hampir sama dengan yang di atas, tambahannya saya ketemu pengiat sosial lainnya di Indonesia semua berkat twitter Istana Matematika karena pada awalnya tahun 2010 saya bikin Istana Matematika dulu baru di bulan Maret tahun 2013 lahir Istana Mengajar.

Sedikit cerita tentang Istana Matematika, mungkin ini bonus yah karena sebelumnya nggak nyangka bisa begini.

Akun ini bisa besar karena support dari Bassisnya Kuburan Kang Denny yang suka Matematika saya kenal di twitter, sempat rapat malah ke Bandung di rumahnya Kang Denny buat bikin akun ini lebih besar. Lalu kenal Pandji Pragiwaksono, Rene Suhardono, Ligwina Hananto, Gleen Fredly, Anji ex Drive, Yton club80s, Radityadika (kalau ke Radit saya dikasih pekerjaan malah buat bikin buku Matematika tapi belum jadi-jadi hiks). Siapalagi ya? Alhamdulillah banyak Artis yang dulu dukung Istana Matematika. Uiya dikenalin dengan Vokalis Idola Kang Armand Maulana oleh Kang Denny. Sempat ngajar anaknya Kang Armand 🙂

Seperti penghargaan dari Klik Hati Merk 2013, semua itu bonus karena dengan berjejaring kita bisa menambah teman dan dengan banyak teman bisa banyak rejeki lho 🙂

Apa rencana besar Istana Mengajar?

Mmmmh, apa ya? Sama seperti di Istana Matematika saya ingin membangun sebuah Istana berisikan Matematika di website, sekarang di Istana Mengajar. Kita mau buat buku yang beda dari yang ada dan ini impian saya dari semua impian yang belum menjadi kenyataan, saya ingin keliling Indonesia dengan Mengajar. Saat ini mungkin belum bisa ya karena teamnya belum matang dan belum ada produk (buku) yang sukses.

Gitu aja kali ya, kalau ada yang tertarik untuk bergabung dengan Istana Mengajar bisa whatsapp saya Isra Nurhadi di 0856.9559.7989. Saya tunggu 🙂

Baca juga Kenapa nggak kolaborasi dan bantu bareng-bareng?

Sedikit Cerita dari Guru dan Volunteer Istana Mengajar

  1. Kado Paling Keren Sepanjang Masa
  2. Ngulik Pinter di Istana Mengajar
  3. Serunya Berbagi dan Mendapat Ilmu di Istana Mengajar
  4. Serunya Mengajar di Istana Mengajar
  5. Engkaulah Yang Menyatukanku Kembali Dengan Matematika
  6. Komunitas Sosial Yang So Special

Tentang Istana Mengajar dan Istana Matematika

  1. Website Istana Mengajar
  2. Website Istana Matematika
  3. Twitter Istana Mengajar
  4. Twitter Istana Matematika
  5. Youtube Istana Mengajar
  6. Youtube Istana Matematika
Tagged , ,

Kenapa nggak kolaborasi dan bantu bareng-bareng?

MC: Dan kelima finalis Klik Hati Merck 2013 adalah

20130829-010554.jpg

Yak, Istana Mengajar disebut pertama kali. Setelah itu saya hening selama dua atau tiga menit, nggak percaya karena nggak yakin menang, diundang ke acara pengumuman pemenang hanya ingin bertemu teman-teman hebat lainnya yang aksi sosialnya gokil-gokil serta para juri-juri yang keren-keren aksi sosialnya, saya ingin belajar dari mereka dan nggak berharap menang, saksi hidupnya yang menemani saya ke acara tersebut, saya bilang kita datang untuk ketemu teman-teman hebat lainnya, nambah teman seru nih, nggak yakin menang juga soalnya hehe.

Sampai akhirnya saya disuruh maju sama panitia untuk menerima penghargaan karena hanya saya yang masih terdiam hehe. Begitulah kira-kira keadaan di PAD Bistro no 28 pada tanggal 22 Agustus 2013, Senopati. Setelah itu saya sudah biasa aja meskipun masih gemetaran. Acara berjalan normal, foto-foto lalu ditanya-tanya. Acara klik hati merck 2013 ini terdiri dari lima kategori dengan lima pemenang, salah satunya pendidikan.

Alhamdulillah Istana Mengajar dipercaya untuk memenangkan penghargaan dari Klik Hati Merck 2013 kategori pendidikan.

20130829-011717.jpg

Penghargaan ini ditujukan untuk para volunteer Istana Mengajar, yang membantu mempromosikan twitter Istana Mengajar dan calon volunteer yang ingin bergabung membantu Istana Mengajar menjadi lebih baik lagi.

Foto setelah menang sama satu salah finalis, Lagu Anak Indonesia

20130829-013226.jpg

Uiya, waktu ditanya-tanya. Ada satu celetukan yang saya inget banget

Whatsapp buat belajar? Lucu yah” Dulu pas bikin Istana Matematika tahun 2010 ada yang ngeletuk juga, “Twitter buat belajar?” Well, makin kesini memang semakin banyak akun twitter pendidikan dan banyak guru-guru hebat diluar sana yang suka membantu. Ini seru, kenapa nggak kolaborasi dan bantu bareng-bareng? Indonesia bisa jadi negara karena bersatu!

Alasan inilah yang menyebabkan lahirnya Istana Mengajar pada bulan Maret 2013, tepatnya minggu ketiga di bulan Maret. Tujuan utamanya adalah mempersatukan guru-guru dari seluruh Indonesia untuk membantu siswa/i se-Indonesia melalui twitter, blog dan video e-learning! Program pertama yang Istana Mengajar lakukan adalah mengajar via whatsapp kita menyebutnya #KelasWAIstana (sampai tulisan ini ditulis, kelas whatsapp masih belum berjalan, InsyaAllah minggu pertama atau kedua September 2013 Kelas Whatsapp akan segera dibuka kembali). Lalu mengajari volunteer untuk ngeblog di Istana Mengajar, ya daripada ilmunya dipendam aja mending di share kan biar banyak yang tahu dan bermanfaat buat siapa saja. Nah, kalau udah membiasakan diri dengan ngeblog boleh coba bikin video e-learning, biasa kita menggunakan youtube sebagai medianya. Seru lho, banyak guru dan volunteer yang tadinya nggak bisa nge-blog jadi bisa dan yang tadinya nggak bisa bikin video e-learning jadi bisa. So, guru dan volunteer pun nggak hanya mengajar tapi juga belajar hal baru.

ya daripada ilmunya dipendam aja mending di share kan biar banyak yang tahu dan bermanfaat buat siapa saja

Kegiatan Istana Mengajar memang hanya online, alasan utamanya adalah siswa/i atau guru saat ini hobinya online (twitteran dan whatsapp dan gurunya pun tidak hanya dari satu daerah tapi dari berbagai daerah bahkan ada yang tinggal di luar negeri) dan kita bisa mengajar siswa/i yang jauh-jauh karena kegiatan online ini karena kalau kita ketemu offline agak susah waktu di gurunya dan sedikit juga yang bisa belajar. Mungkin kalau kegiatan ini sudah menyebar ke beberapa daerah dan setiap daerah punya basis yang kuat dari segi guru dan volunteer, Istana Mengajar bisa offline.

Sekali lagi, terimakasih kepada PT Merck TBK atas penghargaannya, Mba Niken, Mba Tera dan Team Klik Hati serta Mentor kita dibidang pendidikan, Ibu Ainum Chomsun (Founder Akademi Berbagi) serta para Juri Ibu Alissa Wahid dan Mas Shafiq Pontoh. Penghargaan ini ditujukan untuk para volunteer Istana Mengajar, yang membantu mempromosikan twitter Istana Mengajar dan calon volunteer yang ingin bergabung membantu Istana Mengajar menjadi lebih baik lagi.

Ini foto saat dinner bersama lima finalis klik hati merck dan juri 🙂

20130829-012827.jpg

Karena tanpa volunteer Istana Mengajar bukan apa-apa. Merekalah Pahlawan tanpa tanda jasa sesungguhnya yang rela meluangkan waktunya untuk membantu Pendidikan Indonesia.

Ingat, bersatu bisa membuat kita lebih kuat! Mari berkolaborasi!!

kenapa nggak kolaborasi dan bantu bareng-bareng? Indonesia bisa jadi negara karena bersatu!

Jika kalian mempunyai ide-ide untuk memajukan pendidikan Indonesia bisa tulis dikolom komentar. Terimakasih.

Baca juga Apakah berbuat baik itu harus menunggu?

Sedikit Cerita dari Guru dan Volunteer Istana Mengajar

  1. Kado Paling Keren Sepanjang Masa
  2. Ngulik Pinter di Istana Mengajar
  3. Serunya Berbagi dan Mendapat Ilmu di Istana Mengajar
  4. Serunya Mengajar di Istana Mengajar
  5. Engkaulah Yang Menyatukanku Kembali Dengan Matematika
  6. Komunitas Sosial Yang So Special

Tentang Istana Mengajar dan Istana Matematika

  1. Website Istana Mengajar
  2. Website Istana Matematika
  3. Twitter Istana Mengajar
  4. Twitter Istana Matematika
  5. Youtube Istana Mengajar
  6. Youtube Istana Matematika
Tagged ,

Review Film Something Borrowed

Barusan gua nonton Film (mungkin nggak terkenal atau gua yang baru tahu) Something Borrowed di Fox Movies Premium. Film ini kategorinya drama percintaan sama kayak film-film drama lainnya, yang pasti bikin gua berkhayal “kapan ya gua bisa kayak gitu atau duh pengen deh”. Ok, bangun sra. Seseorang yang lo suka juga udah mulai menjauh (malah curhat hehe).

Stop! Lanjut ke film Something Borrowed. Kalau dilihat di rating IMDb sih film ini nilainya 5.7/10. Biasanya gua jarang mau nonton kalau ratingnya kecil TAPI berhubung gua suka film drama ya udah gua tonton deh.

Film Something Borrowed ini bercerita tentang dua sahabat (wanita) Rachel dan Darcy yang udah bersahabat dari kecil. Darcy selalu ungul dalam hal apapun termasuk Pria (lebih tepatnya sih si Rachel mengalah karena saking sayangnya sama sahabatnya). Eh ketahuan dong kalau Rachel suka sama Dex (tunangannnya Darcy), tapi apakah benar tebakan kalian? Belum tentu.

Sebelumnya gua mau memperkenalkan beberapa tokoh yang dalam film ini:

  1. Dexter, ini teman kuliah Rachel, tunangannnya Darcy (sahabat Rachel).
  2. Ethan, ini teman kerja Rachel, bukan sekedar teman kerja tapi teman yang selalu support Rachel untuk berjuang meraih kebahagiannya Rachel.
  3. Marcus, ini teman gilanya Dex, tapi dia punya bagian sendiri yang nggak gua duga.

Pada ulang tahunnya ke 30, Rachel bangun dari tidur dan mendapati Dex (panggilan Dexter) berada disebelahnya (katanya sih sama-sama nggak sadar). Keduanya kaget dan bingung, gua juga bingung baru juga mulai filmnya udah kasur aja (Eh jangan mikir yang enggak-enggak ini bukan film Porno). Yang serunya karena Rachel dan Dex itu dekat dengan Darcy, Darcy telpon mereka berdua sampai puluhan kali dan beranggapan Dex selingkuh (bukan sama Rachel). Setelah Dex menjelaskan kalau dia semalam mabuk dengan Marcus akhirnya kecurigaan Darcy mereda dan mereka kembali harmonis.

Beberapa minggu lagi Dex dan Darcy akan menikah, Rachel dilibatkan sebagai pendamping Darcy nantinya, jadi mereka bertiga sering ketemu, mulai bertiga sampai rame-rame sama Ethan dan Marcus di villa. Nah ada sedikit drama disini, ternyata Dex dan Rachel saling suka dan ternyatanya lagi Rachel udah suka lama tapi nggak bilang (semacam peringatan ya kalau suka itu bilang) tapi karena Rachel tidak ingin menyakiti sahabatnya dia pendam deh perasaannya (kalau lo di posisi Rachel lo akan lakuin apa?).

Kondisi ini tercium oleh Ethan dan mulai kebaca pas saat ada kiriman bunga buat Rachel dari Dex dan Rachel sedang terima telpon dari seseorang (Kegep oleh Ethan), Rachel bilang dari Marcus tapi Ethan nggak percaya. Akhirnya Ethan menebak dan mulai menyemangati Rachel untuk bisa ambil keputusan. Rachel bingung dong (lo juga kan?). Ethan bilang “belum ada yang menikah kan? Jangan sampai terlambat”

Pada tanggal 4 Juli, Dex dan Rachel pergi berdua bersama-sama disana akhirnya mereka saling jujur (Nah gitu dong). Pas saat nganterin Rachel pulang, mereka bertemu kedua orang tua Dex, lalu ngobrol-ngobrol deh. Nyokapnya Dex sih terlihat suka Rachel tapi bokapnya Dex nggak suka, dia bilang gini “Keluarga kita bukan tipe yang seperti itu (membatalkan pertunangan)”. Dex galau dan nurut pada saat itu.

Ethan terus memaksa Rachel untuk ambil sikap, jangan jadi wanita bodoh yang digantungkan begitu saja. Kamu harus paksa Dex untuk mengambil keputusan. Kamu berhak bahagia. Rachel masih bingung sodara-sodara (kayak komentator bola hehe).

Akhirnya, Rachel meminta Dex membatalkan pernikahannya tapi apa yang terjadi? Dex MENOLAK, dia bilang dia nggak bisa (faktor ucapan bokapnya). Dan Rachel pergi (gua sedih nih dibagian ini, yang baca bagaimana? Sama kan? Hayo ngaku hihi). Dan film ini belum berakhir. Lanjut nggak nih? Lanjut ya (emang masih pada baca?)

Ya, akhirnya Rachel terbang ke London (1 minggu sebelum pernikahan Dex dan Darcy, rencananya sih Rachel nggak mau datang ke pernikahan mereka) untuk bertemu Ethan (Ethan sekarang kerja di London). Entah kenapa yang dipilih Ethan, gua pikir Rachel akan jadian sama Ethan (lo juga nggak? Kalau iya kita sama, sama-sama ketipu hehe). Disana Ethan terus memberi Rachel semangat dan bikin PENGAKUAN kalau Ethan nyaman dekat dengan Rachel dan suka kangen tapi Ethan belum yakin cinta sama Rachel (Kalau gua sih udah kangen, yakin kalau saat ini jatuh cinta sama seseorang yang tiba-tiba menjauh, eh curhat colongan). Dan Ethan sadar kalau Rachel udah memilih Dex tapi disini nggak ada Drama cuma pengakuan aja (Buat cewe, kalau ada cowo yang support lo kayak gini BISA JADI dia suka sama lo, intinya dia hanya ingin melihat lo bahagia walaupun bukan bersama dia, sedih hiks).

Rachel ambil keputusan sodara-sodara, dia memutuskan untuk menghadiri pernikahan Dex dan Darcy (gua pikir mau rebut Dex). Pas Rachel turun dari Taxi ternyata ada Dex di depan rumahnya Rachel. Rachel udah mulai tegar dan menghiraukan Dex sambil bilang “Lo punya kehidupan sendiri begitupun gua (intinya gitu deh), menikahlah dan bahagiakan Darcy”.

Daaaaaaaaannnnnn, lo tahu apa jawaban Dex? Dex bilang gini “Saya baru memutuskan pernikahan saya”. Duarrrrr!!!! Dex mengambil keputusan menjelang hari H (Nah ini baru cowo nggak cemen). Akhirnya mereka ngobrol dirumah daaaaaaaannnn Darcy ke rumah Rachel (ya secara sahabat jadi curhat deh dan memang nggak tahu hubungan Rachel sama Dex). Dex ngumpet deh karena waktu ditanya alasan membatalkan pernikahan apakah ada wanita lain? Dex jawab nggak ada.

Darcy cerita bahwa dia batal nikah tapi dia nggak sedih karena dia juga pengen (duh, ribet ya kenapa nggak dari dulu-dulu?) Nah pada tanggal 4 Juli dia menjalin hubungan dengan Marcus dan ternyata terus sampai sekarang sampai saat ini Darcy hamil anaknya Marcus (selingkuh nih yeeee). Darcy pergi deh tapi balik lagi karena sadar ada Jas Dex di rumah Rachel, akhirnya ketahuan deh dan Darcy ngamuk karena merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri (padahal dia sendiri selingkuh, sahabat macam apa ini?!!!)

Darcy nggak mau berbicara lagi dengan Rachel sampai akhirnya mereka bertemu di jalan dua bulan kemudian dan ngobrol sebentar.

    Rachel: I miss you every day, I’m sorry.
    Darcy: *senyum*, I don’t care anymore. I’m happy with my new life right now *sambil elus-elus perutnya yang membesar*
    Rachel: *senyum bahagia* Nice

Darcy pergi tapi terus-terusan nengok dan Rahcel terus memandangi sahabat kecilnya dengan senyum bahagia.

Udahhhhhhh deh, ceritanya selesai. Dex dan Rachel nikah apa nggak, nggak diceritain juga tapi mereka bahagia.

Pesan moral:

  1. Suka ya bilang (gua mau sih bilang tapi dia udah menjauh duluan tapi gua memang nggak akan bilang ke dia maunya langsung ke bapaknya tapi keinginan ini mengecil setiap hari)
  2. Lo harus kejar yang membuat lo bahagia karena yang ngejalanin itu lo bukan orangtua lo sekalipun dan gua yakin itu tidak akan menyakiti siapapun
  3. Hati-hati dengan teman curhat lo, dia itu sebenarnya suka sama lo tapi nggak berani bilang

Kayaknya kedepannya gua mau nyoba nulis review film lainnya deh, tapi kalau yang baca tulisan ini pada suka ya.

Komen dong! :))

Tagged ,

Menganalisa dan Menghitung

20130703-231622.jpg

20130703-231633.jpg

Menurut saya dua kalimat tadi harus jadi landasan utama guru (mengajar) atau siswa (belajar) agar mencintai matematika. Saat ini matematika lebih dikenal dengan pelajaran berhitung dan masukan rumus saja tanpa menganalisa terlebih dahulu soal yang diberikan, ini membosankan dan membuat siswa jauh dari kata suka matematika. Menghitung memang sangat penting dalam mengerjakan soal, karena menghitung adalah proses akhir setelah menganalisa untuk mencari jawaban dari soal yang ditanyakan, dua kata yang saling berkaitan tentunya, menganalisa dan menghitung. Tetapi di dalam matematika tidak harus selalu menghitung, perhatikan contoh sederhana (menganalisa) berikut ini:

  1. Ajak siswa diskusi, sehingga mereka bisa berimajinasi

    20130704-000947.jpg

  2. Kemudian berikan penjelasan

    20130704-003311.jpg

  3. Sertakan alasannya (disarankan menggunakan gambar)

    20130704-003541.jpg

  4. Kembali ajak siswa berdiskusi

    20130704-010752.jpg

  5. Kemudian berikan penjelasan

    20130704-010830.jpg

  6. Alasan dari penjelasan tersebut (garis yang terbentuk dari dua titik)

    20130704-011154.jpg

  7. Kasih penjelasan yang lebih luas

    20130704-011526.jpg

  8. Beri contoh menggunakan gambar dari alasan tersebut

    20130704-012209.jpg

  9. Ajak siswa menganalisa lebih jauh lagi

    20130704-012417.jpg

Dari penjelasan (menganalisa) sederhana tadi, terlihat bahwa matematika tidak selalu menghitung, kita (guru) bisa mengajak siswa berdiskusi untuk melatih mereka berimajinasi dari hal sederhana (dasar) sebelum siswa mempelajari sebuah titik dan garis secara luas serta hubungannya (mencari persamaan garis). Saat siswa sudah bisa menganalisa mereka akan bisa menghitung dengan benar (karena tahu apa yang ditanyakan), jika siswa lemah dalam menganalisa mereka hanya mengikuti contoh soal yang ada tanpa mengerti maksud dari soal tersebut.

Karena dengan menganalisa akan membuat siswa lebih aktif dalam proses belajar. Karena dengan menganalisa siswa akan terus bertanya tanya dan selalu tidak puas. Karena dengan menganalisa siswa akan menemukan cara lain untuk memperoleh jawaban.

Mengerjakan soal sesusah apapun hampir semua guru bisa tapi membuat siswa bisa mengerjakan sendiri soal tersebut tidak semua guru bisa, transfer ilmu menganalisa sangat dibutuhkan disini

Yang penting bukan seberapa cepat kita bisa mengerjakan soal tapi seberapa paham analisa kita terhadap soal yang kita kerjakan

Tagged , , , ,